Macam ilmu Islam Kejawen

Sebelum membahas Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen, kita akan memperjelas dulu pengertian Ilmu Gaib yang kita pakai sebagai istilah di sini. Ilmu Gaib adalah kemampuan melakukan sesuatu yang tidak wajar melebihi kemampuan manusia biasa, sering juga disebut sebagai Ilmu Metafisika, Ilmu Supranatural atau Ilmu Kebatinan karena menyangkut hal-hal yang tidak nampak oleh mata. Beberapa kalangan menganggap Ilmu Gaib sebagai hal yang sakral, keramat dan terlalu memuliakan orang yang memilikinya, bahkan menganggap wali atau orang suci.
Perlu diterangkan, bahwa keajaiban atau karomah yang ada pada Wali (orang suci kekasih Tuhan) tidak sama dengan Ilmu Gaib yang sedang kita pelajari. Wali tidak pernah mengharap mempunyai keajaiban tersebut. Karomah itu datang atas kehendak Allah karena mereka adalah orang yang sangat saleh dan rendah hati. Sementara kita adalah orang yang meninta kepada Allah agar melimpahakan kekuasaan-Nya untuk keperluan kita.
Dalam hasanah perkembangan Ilmu Gaib di Indonesia, kita mengenal dua aliran utama yaitu Aliran Hikmah dan Aliran Kejawen. Aliran Hikmah berkembang di kalangan pesantren dengan ciri khas doa/mantra yang murni berbahasa Arab (kebanyakan bersumber dari Al-Quran). Sedangkan aliran Kejawen yang ada sekarang sebetulnya sudah tidak murni kejawen lagi, melainkan sudah bercampur dengan tradisi islam. Mantranya pun kebanyakan diawali dengan basmalah kemudian dilanjutkan dengan mantra jawa. Oleh kerena itu, saya menyebutnya Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. Tradisi islam-kejawen inilah yang lebih banyak mewarnai keilmuan Silat Rohani.

Aliran Islam Kejawen

Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen bersumber dari alkulturasi (penggabungan) budaya jawa dan nilai-nilai agama islam. Ciri khas aliran ini adalah doa-doa yang diawali basmalah dan dilanjutkan kalimat bahasa jawa, kemudian diakhiri dengan dua kalimat sahadad. Aliran Islam Jawa tumbuh syubur di desa-desa yang kental dengan kegiatan keagamaan (pesantren yang masih tradisional).
Awal mula aliran ini adalah budaya masyarakat jawa sebelum islam datang yang memang menyukai kegiatan mistik dan melakukan ritual untuk mendapatkan kemampuan suparantural. Para pengembang ajaran islam di Pulau Jawa (Wali Songo) tidak menolak tradisi jawa tersebut, melainkan memanfaatkannya sebagi senjata dakwah.
Para Wali menyusun ilmu-ilmu Gaib dengan tatacara lelaku yang lebih islami, misalnya puasa, wirid mantra bahasa campuran arab-jawa yang intinya adalah do’a kepada Allah. Mungkin alasan mengapa tidak disusun mantra yang seluruhnya berbahasa Arab adalah agar orang jawa tidak merasa asing dengan ajaran-ajaran yang baru mereka kenal.
Di Indonesia, khususnya orang jawa, pasti mengenal Sunan Kali Jaga (Raden Said). Beliau inilah yang paling banyak mewarnai paham islam-kejawen yang dianut orang-orang jawa saat ini. Sunan Kali jaga menjadikan kesenian dan budaya sebagai kendaraan dakwahnya. Salah satu kendaran Sunan Kali Jaga dalam penyebaran ajarannya adalah melalu tembang / kidung. Kidung-kidung yang diciptakannya mengandung ajaran ketuhanan dan tasawuf yang sangat berharga. Ajaran islam yang luwes dan menerima berbagai perbedaan.
Bahkan Sunan Kali Jaga juga menciptakan satu kidung “Rumeksa Ing Wengi” yang menurut saya bisa disebut sebagai Ilmu Gaib atau Ilmu Supranatural, karena ternyata orang yang mengamalkan kidung ini memiliki berbagai kemampuan supranatural.

Konsep Aliran Islam Kejawen

Setiap perilaku manusia akan menimbulkan bekas pada jiwa maupun badan seseorang. Perilaku-perilaku tertentu yang khas akan menimbulkan bekas yang sangat dasyat sehingga seseorang bisa melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan manusia biasa. Perilaku tertentu ini disebut dengan tirakat, ritual, atau olah rohani. Tirakat bisa diartikan sebagai syarat yang harus dipebuhi untuk mendapatkan suatu ilmu.
Penabungan Energi. Karena setiap perilaku akan menimbulkan bekas pada seseorang maka ada suatu konsep yang khas dari ilmu Gaib Aliran Islam Jawa yaitu Penabungan Energi. Jika bandan fisik anda memerlukan pengisian 3 kali sehari melalui makan agar anda tetap bisa beraktivitas dengan baik, begitu juga untuk memperoleh kekuatan supranatural, Anda perlu mengisi energi. Hanya saja dalam Ilmu Gaib pengisian ernergi cukup dilakukan satu kali untuk seumur hidup. Penabungan energi ini dapat dilakukan dengan cara bermacam-macam tergantung jenis ilmu yang ingin dikuasai. Cara-cara penabunganenergi lazim disebut Tirakat.
Tirakat. Aliran Islam Kejawen mengenal tirakat (syarat mendapatkan ilmu) yang kadang dianggap kontroversial oleh kalangan tertentu. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa. wirid tertentu, mantra, pantangan, puasa atau penggabungan dari kelima unsur tersebut. Ada puasa yang disebut patigeni (tidak makan, minum, tidur dan tidak boleh kena cahaya), nglowong, ngebleng dan lain-lain. Biasanya beratnya tirakat sesuai dengan tingkat kesaktian suatu ilmu. Seseorang harus banyak melakukan kebajikan dan menjaga bersihnya hati ketika sedang melakukan tirakat.
Khodam. Setiap Ilmu Gaib memiliki khodam. Khodam adalah mahluk ghaib yang menjadi “roh” suatu ilmu. Khodam itu akan selalu mengikuti pemilik ilmu. Khodam disebut juga Qorin, ialah mahluk ghaib yang tidak berjenis kelamin artinya bukan pria dan bukan wanita, tapi juga bukan banci. Dia memang diciptakan semacam itu oleh Allah dan dia juga tidak berhasrat kepada manusia. Hal ini berbeda dengan Jin yang selain berhasrat kepada kaum jin sendiri kadang juga ada yang “suka” pada manusia.

Macam-macam Ilmu Aliran Islam Kejawen

Berikut adalah klasifikasi ilmu gaib bedasarkan fungsinya menurut Erlangga. Mungkin orang lain membuat klasifikasi yang berbeda dengan klasifikasi menurut Erlangga. Hal tersebut bukan masalah karena memang tidak ada rumusan baku tentang klasifikasi ilmu Gaib.

1. Ilmu Kanuragan atau Ilmu Kebal
Ilmu kanuragan adalah ilmu yang berfungsi untuk bela diri secara supranatural. Ilmu ini mencakup kemampuan bertahan (kebal) terhadap serangan dan kemampuan untuk menyerang dengan kekuatan yang luar biasa. Contohnya ilmu Asma’ Malaikat, Hizib Kekuatan Batin, Sahadad Pamungkas dll.

2. Ilmu Kawibaan dan Ilmu Pengasihan
Inilah ilmu supranatural yang fungsinya mempengaruhi kejiwaan dan perasaan orang lain. lmu Kewibaan dimanfaatkan untuk menambah daya kepemimpinan dan menguatkan kata-kata yang diucapkan. Orang yang menguasai Ilmu Kewibawaan dengan sempurna akan disegani masyarakat dan tidak satupun orang yang mampu melawan perintahnya apalagi berdebat. Bisa dikatakan bila Anda memiliki ilmu ini Anda akan mudah mempengaruhi dan membuat orang lain nurut perintah Anda tanpa berpikir panjang.
Sedangkan Ilmu Pengasihan atau ilmu pelet adalah ilmu yang berkaitan dengan maslah cinta, yakni membuat hati seseorang yang Anda tuju menjadi simpati dan sayang. Ilmu ini banyak dimanfaatkan pemuda untuk membuat pujaan hati jatuh cinta padanya. Ilmu ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat lawan yang berhati keras menjadi kawan yang mudah diajak berunding dan memulangkan orang yang minggat.

3. Ilmu Trawangan dan Ngrogosukmo
Jika Anda ingin tahu banyak hal dan bisa melihat kemana-mana tanpa keluar rumah, maka kuasailah ilmu trawangan. Ilmu trawangan berfungsi untuk menajamkan mata batin hingga dapat menangkap isyarat yang halus, melihat jarak jauh, tembus pandang dan lain-lain. Sedangkan Ilmu Ngrogosukmo adalah kelanjutan dari Ilmu Trawagan. Dalam ilmu trawangan hanya mata batin saja yang berkeliaran kemana-mana, sedangkan jika sudah menguasai ilmu ngrogosukmo seseorang bisa melepaskan roh untuk melakukan perjalanan kemanapun dia mau. Baik Ilmu Trawangan maupaun Ngrogosukmo adalah ilmu yang tergolong sulit dipelajari karena membutuhkan keteguhan dan kebersihan hati. Biasanya hanya dikuasi oleh orang yang sudah tua dan sudah tenang jiwanya.

4. Ilmu Khodam
Seseorang disebut menguasai ilmu khodam bila orang yang tersebut bisa berkomunikasi secara aktif dengan khodam yang dimiliki. Khodam adalah makhluk pendamping yang selalu mengikuti tuannya dan bersedia melakukan perintah-perintah tuannya. Khodam sesungguhnya berbeda dengan Jin / Setan, meskipun sama-sama berbadan ghaib. Khodam tidak bernafsu dan tidak berjenis kelamin.
5. Ilmu Permainan (Atraksi)
Ada ilmu supranatural yang hanya bisa digunakan untuk pertunjukan di panggung. Sepintas ilmu ini mirip dengan ilmu kanuragan karena bisa memperlihatkan kekebalan tubuh terhadap benda tajam, minyak panas dan air keras. Namun ilmu ini tidak bisa digunakan untuk bertaruang pada keadaan sesungguhnya. Contoh yang sering kita lihat adalah ilmunya para pemain Debus.

6. Ilmu Kesehatan
Masuk dalam kelompok ini adalah ilmu gurah (membersihkan saluran pernafasan), Ilmu-ilmu pengobatan, ilmu kuat seks, dan ilmu-ilmu supranatural lain yang berhubungan dengan fungsi bilologis tubuh manusia.

Tiga Cara Penurunan Ilmu Ghaib

Ada tiga hal yang menyebebkan seseorang memiliki kemampuan supranatural. Yaitu:

1.
Menjalankan Tirakat. Tirakat adalah bentuk olah rohani khas jawa yang tujuannya untuk memperoleh energi supranatural atau tercapainya suatu keinginan. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa, mantra, pantangan, puasa atau gabungan dari kelima unsur tersebut. Inilah yang disebut belajar ilmu gaib sesungguhnya, karena berhasi atau tidaknya murid menjalankan tirakat hingga menguasai ilmu, tergantung sepenuhnya pada dirinya sendiri. Dalam hal ini guru hanya memberi bimbingan.

2.
Pengisian. Seseorang yang tidak mau susah payah juga bisa mempunyai kemampuan supranatural, yaitu dengan cara pengisian. Pengisian adalah pemindahan energi supranatural dari Guru kepada Murid. Dengan begitu murid langsung memiliki kemampuan sama seperti gurunya. Pengisian (transfer ilmu) hanya bisa dilakukan oleh Guru yang sudah mencapai tingkatan spiritual yang tinggi.

3.
Warisan Keturunan. Seseorang bisa mewarisi ilmu kakek-buyutnya yang tidak ia kenal atau ilmu orang yang tidak dikenal secara otomatis tanpa belajar dan tanpa sepengetahuannya. Maka ada yang menyebutnya “ilmu tiban” yang artinya datang tanpa disangka-sangka.

Mitos Tentang Efek Samping

Beberapa orang masih menyakini bahwa pemilik Ilmu Gaib akan mengalami kesulitan hidup dan mati, susah dapat rezeki, bisa sakit jiwa (gila), menderita saat akan mati dll. Saya membantah mentah-mentah argument tersebut. Bukankah masalah rizqi dan nasib adalah Allah SWT yang menentukan.
Memang ada banyak pemilik ilmu gaib adalah orang yang tak punya uang alias miskin, tapi saya yakin itu bukan disebabkan oleh ilmunya, melainkan karena dia malas bekerja dan bodoh. Kebanyakan orang yang memiliki ilmu gaib menjadi sombong dan malas bekerja, hanya mengharapkan orang datang meminta pertolongannya lalu menyelipkan beberapa lembar rupiah ketika bersalaman. Jadi bukan karena Ilmunya.
Sebetulnya baik buruk efek Ilmu Gaib tergantung pemiliknya. Bisa saja Allah menghukum dengan cara menyulitkan rezeki, menyiksa saat datangnya ajal atau hukuman lain karena orang tersebut sombong dan suka menindas orang lain dengan ilmunya, bukankah kita selalu dalam kekuasaan Allah.


- Macam ilmu Islam Kejawen

151 Bahasa Cinta

1. Afrikaans – Ek is lief vir jou
2. Albanian – te dua
3. Alentejano (Portugal) – Gosto De Ti, Porra!
4. Alsacien (Elsass) – Ich hoan dich gear
5. Amharic (Aethio.) – Afekrishalehou
6. Arabic – Ana Ahebak / Ana Bahibak
7. Armenian – yes kez shat em siroom
8. Assamese – Moi tomak bhal pau
9. Assyr – Az tha hijthmekem
10. Bahasa Malayu (Malaysia) – Saya cinta mu
11. Bambara – M’bi fe
12. Bangla – Ami tomakay bala basi
13. Bangladeschi – Ami tomake walobashi
14. Basque – Nere maitea
15. Batak – Holong rohangku di ho
16. Bavarian – tuI mog di
17. Belarusian – Ya tabe kahayu
18. Bengali – Ami tomake bhalobashi
19. Berber – Lakh tirikh
20. Bicol – Namumutan ta ka
21. Bisaya – Nahigugma ako kanimo
22. Bolivian Quechua – Qanta munani
23. Bosnian – Ja te volim (formally) or volim-te Turkish seni seviyorum
24. Bulgarian – As te obicham
25. Bulgarian – Obicham te
26. Burmese – chit pa de
27. Cambodian (to the female) – bon saleng oun
28. Cambodian (to the male) – oun saleng bon
29. Canadian French – Je t’adore (”I love you”)
30. Canadian French – Je t’aime (”I like you”)
31. Catalan – T’estim (mallorcan)
32. Cebuano – Gihigugma ko ikaw
33. Chamoru (or Chamorro) – Hu guaiya hao
34. Cherokee – Tsi ge yu i
35. Cheyenne – Ne mohotatse
36. Chichewa – Ndimakukonda
37. Chickasaw – Chiholloli (first ‘i’ nasalized)
38. Chinese – Ngo oi ney a (Cantonese)
39. Chinese – Wuo ai nee (Mandarin)
40. Corsican – Ti tengu cara (to female)
41. Corsican – Ti tengu caru (to male)
42. Creol – Mi aime jou
43. Croatian – Volim te (used in common speech)
44. Czech – Miluji Te
45. Danish – Jeg elsker dig
46. Dutch – Ik hou van jou
47. Dutch – Jeg elsker dig
48. Ecuador Quechua – Canda munani
49. English – I love thee (used only in Christian context)
50. English – I love you
51. Eskimo – Nagligivaget
52. Esperanto – Mi amas vim
53. Estonian – Ma armastan sind / Mina armastan sind (formal)
54. Ethiopia – afekereshe alhu
55. Faroese – Eg elski teg
56. Farsi – Tora dost daram
57. Filipino – Mahal ka ta
58. Finnish (Minä) rakastan sinua
59. Flemish (Ghent) – ‘k’ou van ui
60. French (formal) – Je vous aime
61. Friesian – Ik hald fan dei
62. Gaelic – Tá mé i ngrá leat
63. Galician – Querote (or) Amote
64. Georgian – Miquar shen
65. German – Ich liebe Dich
66. Ghanaian – Me dor wo
67. Greek – agapo se
68. Greek – S’agapo
69. Greenlandic – Asavakit
70. Gronings – Ik hol van die
71. Gujarati – oo tane prem karu chu
72. Hausa – Ina sonki
73. Hawaiian – Aloha au ia`oe
74. Hebrew – Ani ohevet ota
75. Hiligaynon – Guina higugma ko ikaw
76. Hindi – Main tumsey pyaar karta hoon / Maine Pyar Kiya
77. Hmong – Kuv hlub koj
78. Hokkien – Wa ai lu
79. Hopi – Nu’ umi unangwa’ta
80. Hungarian – Szeretlek te’ged
81. Icelandic – Eg elska thig
82. Ilocano – Ay ayating ka
83. Indi – Mai Tujhe Pyaar Kartha Ho
84. Indonesian – Saya cinta padamu (’Saya’, commonly used, the other is`Aku`)
85. Inuit – Negligevapse
86. Iranian – Mahn doostaht doh-rahm
87. Irish – taim i’ ngra leat
88. Italian – Ti amo/Ti voglio bene
89. Japanese – Anata wa, dai suki desu
90. Javanese (formal) – Kulo tresno marang panjenengan
91. Javanese (informal) – aku terno kowe
92. Kannada – Naanu ninna preetisuttene
93. Kapampangan – Kaluguran daka
94. Kenya (Kalenjin) – Achamin
95. Kenya (Kiswahili) – Ninakupenda
96. Kikongo – Mono ke zola nge (mono ke’ zola nge’)
97. Kiswahili – Nakupenda
98. Konkani – Tu magel moga cho
99. Korean – SA LANG HAE / Na No Sa Lan Hei
100. Kurdish – Khoshtm Auyt
101. Laos – Chanrackkun
102. Latin – Te amo
103. Latvian – Es mîlu Tevi
104. Lebanese – Bahibak
105. Lingala – Nalingi yo
106. Lithuanian – As Myliu Tave
107. Lojban – mi do prami
108. Luo – Aheri
109. Luxembourgeois – Ech hun dech gäer
110. Macedonian – Jas Te Sakam
111. Madrid – lingo Me molas, tronca
112. Malaysia - Saya cintamu / Saya sayangmu / Aku sayang enkow / Sayah Chantikan Awah
113. Malayalam – Njyaan Ninne’ Preetikyunnu
114. Mohawk- Konoronhkwa
115. Navaho – Ayor anosh’ni
116. Norwegian – Eg elskar deg (Nynorsk)
117. Osetian – Aez dae warzyn
118. Persian – Tora dost daram
119. Polish Kocham - Cie / Ja cie kocham
120. Portuguese - Amo-te / Eu te amo
121. Romanian – Te iu besc
122. Russian – Ya vas liubliu / ya liubliu tebia / ya tebia liubliu / Ya polyubeel tebya.
123. Scot - Gaelic Tha gra\dh agam ort
124. Serbian - LUBim te.
125. Serbocroatian – volim te
126. Shona – Ndinokuda
127. Sinhalese - Mama oyata adarei
128. Sioux – Techihhila
129. Slovak – lubim ta
130. Slovene – ljubim te
131. Spanish - Te quiero / Te amo
132. Srilankan Mama Oyata Arderyi
133. Swahili – Naku penda (followed by the person’s name)
134. Swedish - Jag a”lskar dig
135. Swiss-German Ch’ha di ga”rn
136. Syrian – Lebanes BHEBBEK (to a female) / Lebanes BHEBBAK (to a male)
138. Tagalog – Mahal kita
139. Tamil - n^An unnaik kAthalikkinREn (I love you)
140. Telugu – Neenu ninnu pra’mistu’nnanu
141. Thai - Ch’an Rak Khun / Phom Rak Khun
142. Tunisian - Ha eh bak *
143. Turkish - Seni seviyo*rum (o* means o)
144. Ukrainian – ja tebe koKHAju (real true love)
145. Vietnamese – Em ye^u anh (woman to man) / Anh ye^u em (man to woman)
146. Welsh - ‘Rwy’n dy garu di.
147. Yiddish Ich libe dich
148. Yugoslavian - Ya te volim
149. Zazi - Ezhele hezdege (sp?)
150. Zuni – Tom ho’ ichema
151. Zulu - Ngiyakuthanda!

Read more: http://argakencana.blogspot.com/2009/11/151-bahasa-cinta.html#ixzz1eakxNIFb
- 151 Bahasa Cinta

Misteri Kanjeng Ratu Kidul

Pertanyaan ini pantas timbul, karena Kanjeng Ratu Kidul termasuk makhluk halus. Hidupnya di alam limunan (gaib), dansukar untuk dibuktikan dengan nyata. Pada umumnya oarang mengenalnya hanya dari tutur kata dan dari semua cerita atau kata orang ini, orang itu, bila dikumpulkan akan menjadi seperti berikut:
Menurut cerita umum, Kanjeng Ratu Kidul pada mudanya bernama Dewi Retna Suwida, seorang putri dari Pajajaran, anak Prabu Mundhingsari, dari istrinya yang bernama Dewi Sarwedi, cucu Sang Hyang Saranadi, cicit Raja siluman di Sigaluh.

Sang putri melarikan diri dari keraton dan bertapa di gunung Kombang. Selama bertapa ini sering nampak kekuatan gaibnya, dapat berganti rupa dari wanita menjadi pria atau sebaliknya. Sang putri wadat (tidak bersuami) dan menjadi ratu diantara makhluk halus seluruh pulau jawa. Istananya didasar samudra indonesia. Tidaklah mengherankan, karena sang putri memang mempunyai darah keturunan dari makhluk halus.

Diceritakan selanjutnya, bahwa setelah menjadi raru sang putri lalu mendapat julukan Kanjeng Ratu Kidul Kencanasari. Ada juga sementara orang yang menyebut Nyai Lara Kidul (di keraton surakarta sebutan Nyai Lara Kidul adalah untuk patihnya, bukan untuk Kanjeng Ratu Kidul sendiri). Malahan ada juga yang menyebutnya Nyira Kidul. Dan yang menyimpang lagi adalah: Bok Lara Mas Ratu Kidul. Kata “Lara” berasal dari “Rara”, yang berarti perawan (tidak kawin).

Dikisahkan, bahwa Dewi Retna Suwida yang cantiknya tanpa tanding itu menderita sakit budhug (lepra). Utuk mengobatinya harus mandi dan merendam diri didalam suatu telaga, di pinggir samudra. Konon pada suatu hari, tatkala akan membersihkan muka sang putri melihat bayangan mukanya di permukaan air. Terkejut karena melihat mukanya yang sudah rusak, sang putri lalu terjun kelaut dan tidak kembali lagi ke daratan, dan hilanglah sifat kemanusiaannya serta menjadi makhluk halus.
Ceritaa lain lagi menyebutkan bahwa sementara orang ada yang menamakannya Kanjeng Ratu Angin-angin. Sepanjang penelitian yang pernah dilakukan dapat disimpulakan bahwa Kanjeng Ratu Kidul tidaklah hanya menjadi ratu makhluk halus saja melainkan juga menjadi pujaan penduduk daerah pesisir pantai selatan, mulai darah Jogjakarta sampai dengan Banyuwangi.
Camat desa Paga menerangkan bahwa daerah pesisirnya mempunyai adat bersesaji ke samudra selatan untuk Nyi Rara Kidul. Sesajinya diatur didalam rumah kecil yang khusus dibuat untuk keperluan tersebut (sanggar). Juga pesisir selatan Lumajang setiap tahun mengadakan korban kambing untuknya dan orang pun banyak sekali yang datang.

Mr Welter, seorang warga belanda yang dahulu menjadi Wakil ketua Raad van Indie, menerangkan bahwa tatkala ia masih menjadi kontrolir di Kepanjen, pernah melihat upacara sesaji tahunan di Ngliyep, salah satu pesisir pantai selatan, Jawa timur, yang khusus diadakan untuk Nyai rara kidul. Ditunjukkannya gambar sebuah rumah kecil dengan bilik di dalamnya berisi tempat peraduan dengan sesaji punjungan untuk Nyai Rara Kidul.

Seorang perwira ALRI yang sering mengadakan latihan didaerah ngliyep menerangkan bahwa di pulau kecil sebelah timur ngliyep memang masih terdapat sebuah rumah kecil, tetapi kosong saja sekarang. Apakah rumah ini terlukis gambar Tuan Welter, belumlah dapat dipastikan.
Pengalaman seorang kenalan dari Malang menyebutkan bahwa pada tahun 1955 pernah ada serombongan oran-orang yang nenepi (pergi ke tempat-tempat sepi dan keramat) dipulau karang kecil, sebelah timur Ngliyep.

Seorang diantara mereka adalah gurunya. Dengan cara tanpa busana mereka bersemadi disitu. Apa yang kemudian terjadi ialah, bahwa sang guru mendapat kemben, tanpa diketahui dari siapa asalnya. Yang dapat diceritakannya ialah bahwa ia merasa melihat sebuah rumah emas yang lampunya bersinar-sinar terang sekali.

Dipacitan ada kepercayaan larangan untuk memakai pakaian berwarna hijau gadung (hijau lembayung), yang erat hubungannya dengan Nyai Rara Kidul. Bila ini dilanggar orang akan mendapat bencana. Ini di buktikan denga terjadinya suatu malapetaka yang menimpa suami-istri bangsa belanda beserta dua orang anaknya. Mereka bukan saja tidak percaya pada larangan tersebut, bahkan mengejek dan mencemoohkannya. Pergilah mereka kepantai dengan berpakaian serba hijau. Terjadilah sesuatu yang mengejutkan, karena tiba-tiba ombak besar datang dan dan kembalinya kelaut sambil menyambar keempat orang belanda tersebut.

Artikel 2
Di suatu masa, hiduplah seorang putri cantik bernama Kadita. Karena kecantikannya, ia pun dipanggil Dewi Srengenge yang berarti matahari yang indah. Dewi Srengenge adalah anak dari Raja Munding Wangi. Meskipun sang raja mempunyai seorang putri yang cantik, ia selalu bersedih karena sebenarnya ia selalu berharap mempunyai anak laki-laki. Raja pun kemudian menikah dengan Dewi Mutiara, dan mendapatkan putra dari perkimpoian tersebut. Maka, bahagialah sang raja.
Dewi Mutiara ingin agar kelak putranya itu menjadi raja, dan ia pun berusaha agar keinginannya itu terwujud. Kemudian Dewi Mutiara datang menghadap raja, dan meminta agar sang raja menyuruh putrinya pergi dari istana. Sudah tentu raja menolak. “Sangat menggelikan. Saya tidak akan membiarkan siapapun yang ingin bertindak kasar pada putriku”, kata Raja Munding Wangi. Mendengar jawaban itu, Dewi Mutiara pun tersenyum dan berkata manis sampai raja tidak marah lagi kepadanya. Tapi walaupun demikian, dia tetap berniat mewujudkan keinginannya itu.

Pada pagi harinya, sebelum matahari terbit, Dewi Mutiara mengutus pembantunya untuk memanggil seorang dukun. Dia ingin sang dukun mengutuk Kadita, anak tirinya. “Aku ingin tubuhnya yang cantik penuh dengan kudis dan gatal-gatal. Bila engkau berhasil, maka aku akan memberikan suatu imbalan yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya.” Sang dukun menuruti perintah sang ratu. Pada malam harinya, tubuh Kadita telah dipenuhi dengan kudis dan gatal-gatal. Ketika dia terbangun, dia menyadari tubuhnya berbau busuk dan dipenuhi dengan bisul. Puteri yang cantik itu pun menangis dan tak tahu harus berbuat apa.

Ketika Raja mendengar kabar itu, beliau menjadi sangat sedih dan mengundang banyak tabib untuk menyembuhkan penyakit putrinya. Beliau sadar bahwa penyakit putrinya itu tidak wajar, seseorang pasti telah mengutuk atau mengguna-gunainya. Masalah pun menjadi semakin rumit ketika Ratu Dewi Mutiara memaksanya untuk mengusir puterinya. “Puterimu akan mendatangkan kesialan bagi seluruh negeri,” kata Dewi Mutiara. Karena Raja tidak menginginkan puterinya menjadi gunjingan di seluruh negeri, akhirnya beliau terpaksa menyetujui usul Ratu Mutiara untuk mengirim putrinya ke luar dari negeri itu.
Puteri yang malang itu pun pergi sendirian, tanpa tahu kemana harus pergi. Dia hampir tidak dapat menangis lagi. Dia memang memiliki hati yang mulia. Dia tidak menyimpan dendam kepada ibu tirinya, malahan ia selalu meminta agar Tuhan mendampinginya dalam menanggung penderitaan..
Hampir tujuh hari dan tujuh malam dia berjalan sampai akhirnya tiba di Samudera Selatan. Dia memandang samudera itu. Airnya bersih dan jernih, tidak seperti samudera lainnya yang airnya biru atau hijau. Dia melompat ke dalam air dan berenang. Tiba-tiba, ketika air Samudera Selatan itu menyentuh kulitnya, mukjizat terjadi. Bisulnya lenyap dan tak ada tanda-tanda bahwa dia pernah kudisan atau gatal-gatal. Malahan, dia menjadi lebih cantik daripada sebelumnya. Bukan hanya itu, kini dia memiliki kuasa untuk memerintah seisi Samudera Selatan. Kini ia menjadi seorang peri yang disebut Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Samudera Selatan yang hidup selamanya.

Kanjeng Ratu Kidul = Ratna Suwinda
Tersebut dalam Babad Tanah Jawi (abad ke-19), seorang pangeran dari Kerajaan Pajajaran, Joko Suruh, bertemu dengan seorang pertapa yang memerintahkan agar dia menemukan Kerajaan Majapahit di Jawa Timur. Karena sang pertapa adalah seorang wanita muda yang cantik, Joko Suruh pun jatuh cinta kepadanya. Tapi sang pertapa yang ternyata merupakan bibi dari Joko Suruh, bernama Ratna Suwida, menolak cintanya. Ketika muda, Ratna Suwida mengasingkan diri untuk bertapa di sebuah bukit. Kemudian ia pergi ke pantai selatan Jawa dan menjadi penguasa spiritual di sana. Ia berkata kepada pangeran, jika keturunan pangeran menjadi penguasa di kerajaan yang terletak di dekat Gunung Merapi, ia akan menikahi seluruh penguasa secara bergantian.

Generasi selanjutnya, Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram Ke-2, mengasingkan diri ke Pantai Selatan, untuk mengumpulkan seluruh energinya, dalam upaya mempersiapkan kampanye militer melawan kerajaan utara. Meditasinya menarik perhatian Kanjeng Ratu Kidul dan dia berjanji untuk membantunya. Selama tiga hari dan tiga malam dia mempelajari rahasia perang dan pemerintahan, dan intrik-intrik cinta di istana bawah airnya, hingga akhirnya muncul dari Laut Parangkusumo, kini Yogyakarta Selatan. Sejak saat itu, Ratu Kidul dilaporkan berhubungan erat dengan keturunan Senopati yang berkuasa, dan sesajian dipersembahkan untuknya di tempat ini setiap tahun melalui perwakilan istana Solo dan Yogyakarta.

Begitulah dua buah kisah atau legenda mengenai Kanjeng Ratu Kidul, atau Nyi Roro Kidul, atau Ratu Pantai Selatan. Versi pertama diambil dari buku Cerita Rakyat dari Yogyakarta dan versi yang kedua terdapat dalam Babad Tanah Jawi. Kedua cerita tersebut memang berbeda, tapi anda jangan bingung. Anda tidak perlu pusing memilih, mana dari keduanya yang paling benar. Cerita-cerita di atas hanyalah sebuah pengatar bagi tulisan selanjutnya.

Kanjeng Ratu Kidul dan Keraton Yogyakarta
Percayakah anda dengan cerita tentang Kanjeng Ratu Kidul, atau Nyi Roro Kidul, atau Ratu Pantai Selatan? Sebagian dari anda mungkin akan berkata TIDAK. Tapi coba tanyakan kepada mereka yang hidup dalam zaman atau lingkungan Keraton Yogyakarta. Mereka yakin dengan kebenaran cerita ini. Kebenaran akan cerita Kanjeng Ratu Kidul memang masih tetap menjadi polemik. Tapi terlepas dari polemik tersebut, ada sebuah fenomena yang nyata, bahwa mitos Ratu Kidul memang memiliki relevansi dengan eksistensi Keraton Yogyakarta. Hubungan antara Kanjeng Ratu Kidul dengan Keraton Yogyakarta paling tidak tercantum dalam Babad Tanah Jawi (cerita tentang kanjeng Ratu Kidul di atas, versi kedua). Hubungan 
seperti apa yang terjalin di antara keduanya?
Y. Argo Twikromo dalam bukunya berjudul Ratu Kidul menyebutkan bahwa masyarakat adalah sebuah komunitas tradisi yang mementingkan keharmonisan, keselarasan dan keseimbangan hidup. Karena hidup ini tidak terlepas dari lingkungan alam sekitar, maka memfungsikan dan memaknai lingkungan alam sangat penting dilakukan.

Sebagai sebuah hubungan komunikasi timbal balik dengan lingkungan yang menurut masyarakat Jawa mempunyai kekuatan yang lebih kuat, masih menurut Twikromo, maka penggunaan simbol pun sering diaktualisasikan. Jika dihubungkan dengan makhluk halus, maka Javanisme mengenal penguasa makhluk halus seperti penguasa Gunung Merapi, penguasa Gunung Lawu, Kayangan nDelpin, dan Laut Selatan. Penguasa Laut Selatan inilah yang oleh orang Jawa disebut Kanjeng Ratu Kidul. Keempat penguasa tersebut mengitari Kesultanan Yogyakarta. Dan untuk mencapai keharmonisan, keselarasan dan keseimbangan dalam masyarakat, maka raja harus mengadakan komunikasi dengan “makhluk-makhluk halus” tersebut.
Menurut Twikromo, bagi raja Jawa berkomunikasi dengan Ratu Kidul adalah sebagai salah satu kekuatan batin dalam mengelola negara. Sebagai kekuatan datan kasat mata (tak terlihat oleh mata), Kanjeng Ratu Kidul harus dimintai restu dalam kegiatan sehari-hari untuk mendapatkan keselamatan dan ketenteraman.
Kepercayaan terhadap Ratu Kidul ini diaktualisasikan dengan baik. Pada kegiatan labuhan misalnya, sebuah upacara tradisional keraton yang dilaksanakan di tepi laut di selatan Yogyakarta, yang diadakan tiap ulang tahun Sri Sultan Hamengkubuwono, menurut perhitungan tahun Saka (tahun Jawa). Upacara ini bertujuan untuk kesejahteraan sultan dan masyarakat Yogyakarta.
Kepercayaan terhadap Kanjeng Ratu Kidul juga diwujudkan lewat tari Bedaya Lambangsari dan Bedaya Semang yang diselenggarakan untuk menghormati serta memperingati Sang Ratu. Bukti lainnya adalah dengan didirikannya sebuah bangunan di Komplek Taman Sari (Istana di Bawah Air), sekitar 1 km sebelah barat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, yang dinamakan Sumur Gumuling. Tempat ini diyakini sebagai tempat pertemuan sultan dengan Ratu Pantai Selatan, Kanjeng Ratu Kidul.

Penghayatan mitos Kanjeng Ratu Kidul tersebut tidak hanya diyakini dan dilaksanakan oleh pihak keraton saja, tapi juga oleh masyarakat pada umumnya di wilayah kesultanan. Salah satu buktinya adalah adanya kepercayaan bahwa jika orang hilang di Pantai Parangtritis, maka orang tersebut hilang karena “diambil” oleh sang Ratu.

Selain Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, mitos Kanjeng Ratu Kidul juga diyakini oleh saudara mereka, Keraton Surakarta Hadiningrat. Dalam Babad Tanah Jawi memang disebutkan bahwa Kanjeng Ratu Kidul pernah berjanji kepada Panembahan Senopati, penguasa pertama Kerajaan Mataram, untuk menjaga Kerajaan Mataram, para sultan, keluarga kerajaan, dan masyarakat dari malapetaka. Dan karena kedua keraton (Yogyakarta dan Surakarta) memiliki leluhur yang sama (Kerajaan Mataram), maka seperti halnya Keraton Yogyakarta, Keraton Surakarta juga melaksanakan berbagai bentuk penghayatan mereka kepada Kanjeng Ratu Kidul. Salah satunya adalah pementasan tari yang paling sakral di keraton, Bedoyo Ketawang, yang diselenggarakan setahun sekali pada saat peringatan hari penobatan para raja. Sembilan orang penari yang mengenakan pakaian tradisional pengantin Jawa mengundang Ratu Kidul untuk datang dan menikahi susuhunan, dan kabarnya sang Ratu kemudian secara gaib muncul dalam wujud penari kesepuluh yang nampak berkilauan.

Kepercayaan terhadap Ratu Kidul ternyata juga meluas sampai ke daerah Jawa Barat. Anda pasti pernah mendengar, bahwa ada sebuah kamar khusus (nomor 308) di lantai atas Samudera Beach Hotel, Pelabuhan Ratu, yang disajikan khusus untuk Ratu Kidul. Siapapun yang ingin bertemu dengan sang Ratu, bisa masuk ke ruangan ini, tapi harus melalui seorang perantara yang menyajikan persembahan buat sang Ratu. Pengkhususan kamar ini adalah salah satu simbol ‘gaib’ yang dipakai oleh mantan presiden Soekarno.
Sampai sekarang, di masa yang sangat modern ini, legenda Kanjeng Ratu Kidul, atau Nyi Roro Kidul, atau Ratu Pantai Selatan, adalah legenda yang paling spektakuler. Bahkan ketika anda membaca kisah ini, banyak orang dari Indonesia atau negara lain mengakui bahwa mereka telah bertemu ratu peri yang cantik mengenakan pakaian tradisional Jawa. Salah satu orang yang dikabarkan juga pernah menyaksikan secara langsung wujud sang Ratu adalah sang maestro pelukis Indonesia, (almarhum) Affandi. Pengalamannya itu kemudian ia tuangkan dalam sebuah lukisan.
- Misteri Kanjeng Ratu Kidul

Gulat Indonesia Raih 2 Emas

Cabang gulat langsung menyumbang dua emas pada hari pertama pertandingan SEA Games di Lapangan Gulat Dekranasda Jakabaring, Palembang, Senin 14 November 2011. Dua emas itu datang dari Rustang dan Aliansyah.

Dari lima nomor yang dipertandingkan hari ini, Indonesia sukses menyabet 2 emas, 1 perak dan 2 perunggu. Rustang merebut emas dari kelas 66 kg dengan mengumpulkan 10 poin. Perak direbut atlet Vietnam, Tran Van Tuong dengan 7 poin, sedangkan perunggu milik atlet Thailand, Oomchompoo, dengan 4 poin.

Emas Indonesia lainnya direbut Aliansyah dari kelas 50 kg dengan 11 poin. Aliansyah mengungguli atlet Vietnam, Ta Ngoc Tan (8 poin), dan pegulat Kamboja, Nuth Sophol (4 poin).

Aliansyah mengaku sudah percaya diri bisa merebut medali emas ini. Terlebih sejak dirinya dilatih oleh pelatih asal Rumania, Aurel Cimpoeru.

"Sejak dilatih pelatih dari Romania saya mengalami peningkatan dan ini terbukti saya bisa juara di negara sendiri. Ini berkat kerja keras seluruh pelatih," ujar Aliansyah.
- Gulat Indonesia Raih 2 Emas

Rebut 140 Medali, Indonesia Belum Terkejar

Masuk hari keempat penyelenggaraan SEA Games XXVI, Indonesia masih terus panen medali. Hingga Senin, 14 November 2011 pukul 23.00 WIB, pasukan Merah Putih memimpin klasemen sementara dengan koleksi 140 medali.

57 di antaranya adalah medali emas, 46 medali perak, serta 37 perunggu. Menyusul di tempat kedua masih Thailand dengan 94 medali. Negeri Gajah Putih ini berhasil menuai 35 medali emas, 26 perak, dan 33 perunggu.

Vietnam, Singapura, dan Malaysia menyusul di peringkat tiga hingga lima. Vietnam  berhasil mengoleksi 91 medali, sedangkan Singapura dengan 63 medali, dan Malaysia hanya 48 medali.

Koleksi emas Indonesia di hari keempat disumbang dari cabang panjat tebing, karate, bridge, sepatu roda, taekwondo, gulat, renang, dan atletik. Di cabang sepatu roda, pasukan Merah Putih berhasil menyapu bersih seluruh medali emas yang diperebutkan.

Dua emas tambahan dari nomor 10,000 meter putra dan putri melengkapi 10 emas yang telah ditoreh sepatu roda Indonesia sebelumnya. Sedangkan di nomor karate, Indonesia juga menyapu bersih dua medali emas dari nomor Kumite beregu yang diperebutkan hari ini, Senin 14 November 2011.

Dengan demikian kontingen Karate Indonesia berhasil menggenapkan perolehan medali di cabang Karate menjadi 10 emas. Di cabang atletik, Pelari jarak jauh putri Triyaningsih dan sprinter Franklin Ramses Burumi kembali menyumbang medali emas bagi Indonesia.

Triyaningsih berhasil mempersembahkan medali emas dari nomor 5.000 meter putri. Di nomor 200 meter putra, Franklin Ramses Burumi menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 20,93 detik.
- Rebut 140 Medali, Indonesia Belum Terkejar

Triyaningsih Bidik Emas Ketiga Lewat Marathon

Sebelumnya, Triyaningsih merebut emas nomor 5,000 meter putri.

Marathon menjadi target berikutnya pelari Indonesia, Triyaningsih, di ajang SEA Games 2011 setelah sukses mencetak di nomor 5,000 dan 10,000 ribu.

Triyaningsih merebut emas nomor 5,000 meter putri pada final yang berlangsung di Stadion Atletik Jakabaring, Palembang, Senin 14 November 2011. Dengan catatan waktu 16 menit 06,37 detik, Triyaningsih mengalahkan pelari Myanmar, Thet Phyu War.

Hasil tersebut membuat Triyaningsih melakukan hattrick medali emas nomor 5,000 dan 10,000 setelah sebelumnya juga menyabet emas pada SEA Games 2007 serta 2009.

"Senang sekali bisa hattrick nomor 5,000 meter. Kemenangan ini saya dedikasikan untuk orang tua saya dan juga pelatih Alwi Mugiyanto serta bangsa Indonesia yang sudah memberi dukungan," papar Triyaningsih.

Selanjutnya Triyaningsih akan turun pada nomor marathon, Rabu 16 November 2011 mendatang. Setelah absen di SEA Games 2009 lalu, Triyaningsih berambisi untuk merebut emas marathon di SEA Games 2011.

"Untuk marathon saya percaya diri saja. Yang penting doa-doa dari masyarakat Indonesia. Pastinya saya ingin meraih emas," tegas Triyaningsih.

- Triyaningsih Bidik Emas Ketiga Lewat Marathon

Basket Putra INA Enggan Remehkan Malaysia

"Kami pernah bertemu beberapa kali dengan Malaysia di beberapa even."

Pelatih timnas bola Basket Indonesia Putra, Rastafari Horongbala berharap skuadnya tidak percaya diri berlebihan jelang menghadapi Malaysia dalam lanjutan babak penyisihan Grup B SEA Games XXVI.

Sebelumnya, di laga pertama, Indonesia berhasil memetik kemenangan meyakinkan atas Myanmar dengan skor telak, 84-45. Selanjutnya, Mario Wuysang dan kawan-kawan akan meladeni perlawanan Malaysia malam ini, Selasa, 15 November 2011

"Kami berharap anak-anak jangan terlalu PD (percaya diri) lawan Malaysia, harus tetap menjaga konsentrasi," ujar Rastafari dalam jumpa pers.

Rastafari menambahkan tidak ada persiapan khusus saat melawan Malaysia. Pasalnya, tim Malaysia bukanlah tim yang asing bagi skuad Merah-Putih.

"Melawan Malaysia nanti, kami akan bermain seperti biasa saja. Kami pernah bertemu beberapa kali dengan Malaysia di beberapa even. Mudah-mudahan kami bisa menghadapi Malaysia," lanjutnya.

- Basket Putra INA Enggan Remehkan Malaysia

Emas Spesial Bagi Sang Pegawai Bank

"Emas ini saya tujukan untuk orang tua dan semua pihak yang sudah mendukung saya."

14 November 2011 mungkin akan menjadi tanggal yang tidak akan dilupakan atlet menembak, Maharani Ardy. Selain meraih medali emas SEA Games XXVI, Maharani juga tepat berulang tahun.

Maharani sukses menyumbang medali emas bagi Indonesia dari nomor 50 meter rifle prone putri pada final yang berlangsung di Stadion Menembak Jakabaring, Pelambang, Senin 14 November 2011.

Kemenangan tersebut terasa spesial bagi Reni --sapaan akrab Maharani--, pasalnya atlet kelahiran Palembang tersebut juga sedang berulang tahun hari ini yang ke-25. "Ya, emas ini terasa spesial karena tepat di ulang tahun saya. Saya tadi sempat deg-degan saat tampil. Emas ini saya tujukan untuk orang tua dan semua pihak yang sudah mendukung saya," ujar Reni.

Soal bonus, atlet yang bekerja di Bank Sumsel Babel bagian Kepatuhan Manajemen Risiko ini mengaku ingin menyenangkan orang tuanya. "Uangnya ingin membawa orang tua saya naik haji," tegas Reni.

Bukan hanya bonus dari pemerintah yang akan didapat dari Reni, atlet yang sempat menyabet emas Singapura Open dan Kapolri Cup ini juga akan mendapatkan bonus dari pemerintah daerah.

"Selain bonus dari pemerintah, kita akan berikan dia bonus. Dia atlet binaan Sumatera Selatan dan sudah membuat kami bangga," papar Ketua DRPD Sumsel sekaligus Ketua Harian Pengda Perbaikin Sumsel, Wasista Bambang Utoyo.

- Emas Spesial Bagi Sang Pegawai Bank

Franklin R Burumi, Raja Sprint Baru

Sprinter Indonesia itu menyabet dua emas di nomor bergengsi, lari 100m dan 200m.

Sprinter Indonesia, Franklin Ramses Burumi, sadar kalau kini ia mengemban predikat manusia tercepat di Asia Tenggara. Franklin sukses meraih medali emas nomor lari 100 meter dan 200 meter di SEA Games 2011.

Franklin benar-benar menjungkalkan semua prediksi yang keraguan yang ditujukan kepadanya sebelum SEA Games 2011. Sebelumnya Franklin sempat didegradasi oleh PB PASI dan dianggap tidak akan mampu menggantikan Suryo Agung Wibowo.

Namun, Franklin membuktikan dia bisa menggantikan peran Suryo dengan menyabet dua medali emas dari nomor 100 meter dan 200 meter putra,

Franklin mengaku sangat puas bisa memenuhi target dua emas dari nomor spesialisasinya. Atlet Papua kelahiran 14 Mei 1991 tersebut yakin bisa menggantikan peran Suryo di tim Indonesia dan mengemban predikat manusia tercepat di Asia Tenggara.

Franklin juga yakin suatu saat akan memperbaiki rekor SEA Games di nomor 100 meter yang selama ini dipegang Suryo dengan catatan 10,25 detik. Franklin sendiri mencatatkan waktu 10,37 detik.

"Saya bisa capai rekor dia (Suryo). Saya minta waktu beberapa tahun ke depan, 1 sampai 2 tahun. Saya siap menggantikan bang Suryo, kapan pun bisa, bahkan sekarang saya sudah menggantikannya dengan meraih dua emas," ujar Franklin.

- Franklin R Burumi, Raja Sprint Baru